IBU
oleh Arman Utina pada 22 Desember 2010 jam 10:54
Ribuan kilau jalan yang kau tempuh...
Lewati rintang untuk aku anakmu...
Ibu ku sayang masih terus berjalan...
Walau telapak kaki penuh darah penuh nanah...
Seperti udara kasih yang engkau berikan...
Tak mampu ku membalas...
Ibu...
Ibu...
Inginku dekap dan menangis di pangkuanmu...
Sampai aku tertidur bagaimasa kecil dulu...
Lalu do'a do'a lalu di sekujur tubuhku...
Dengan apa membalas...
Ibu...
Ibu...
Reff:
Ribuan kilau jalan yang kau tempuh....
Lewati rintang untuk aku anakmu....
Ibu ku sayang masih terus berjalan....
Walau telapak kaki penuh darah penuh nanah....
Seperti udara kasih yang engkau berikan....
Tak mampu ku membalas....
Ibu.....
Ibu.....
Lewati rintang untuk aku anakmu...
Ibu ku sayang masih terus berjalan...
Walau telapak kaki penuh darah penuh nanah...
Seperti udara kasih yang engkau berikan...
Tak mampu ku membalas...
Ibu...
Ibu...
Inginku dekap dan menangis di pangkuanmu...
Sampai aku tertidur bagaimasa kecil dulu...
Lalu do'a do'a lalu di sekujur tubuhku...
Dengan apa membalas...
Ibu...
Ibu...
Reff:
Ribuan kilau jalan yang kau tempuh....
Lewati rintang untuk aku anakmu....
Ibu ku sayang masih terus berjalan....
Walau telapak kaki penuh darah penuh nanah....
Seperti udara kasih yang engkau berikan....
Tak mampu ku membalas....
Ibu.....
Ibu.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar